Now Playing Tracks

Ketahuilah, wanita yang hebat itu yang menyayangi anak-anaknya dan itu dibuktikan dengan mencarikan ayah yang tepat buat anaknya.

Jamil Azzaini untuk putrinya

Bukan ayah/laki-laki yang paling ganteng atau paling kaya, bukan yang paling tenar atau paling bangsawan, bukan yang berprofesi keren dan almamater hebat. Tapi yang memiliki agama dan pemahaman hidup yang baik :)

(Source: erstudio)

Karenamu

Karenamu, aku belajar mencintai
Karenamu, aku bisa merasakan adanya cinta tulus
Karenamu, aku bisa memiliki apa yg selama ini takku miliki
Karenamu, aku bisa merasakan cemburu
Karenamu, aku merasakan kehadiran seorang sahabat, kakak, ayah, kekasih di dalam satu waktu
Karenamu, aku merasakan adanya perhatian

Namun….
Karenamu, aku merasakan kehilangan
Karenamu, aku merasakan kegalauan
Karenamu, aku belajar mengikhlaskan
Karenamu, aku belajar melepaskan

Kau membuatku sadar
Di dunia ini tidak ada yang namanya kepastian
Tidak kamu, tidak juga cintamu

Kamu bagai magnet yang mampu menarikku dari duniaku
Ketika kau melepaskan magnet itu dan mengembalikanku
Aku merasa asing dengan duniaku
Aku sudah terlalu lama berada di duniamu
Berada di alam mimpi masa depan bersamamu

Kini kau meminta waktu
Kau sudah terlalu lelah utk menarikku ke duniamu
Ya, aku rasa kau butuh istirahat
Tak mudah memang membawaku bersama sangkar yang siap kapan saja mengurungmu

Kini aku buang sangkar itu
Aku buang jauh hingga kau tak dapat melihatnya
Jika kau sudah tidak lelah, kembalilah
Aku menunggu

Tetapi jika memang kau menemukan magnet baru
Yang lebih ringan dan mudah dibawa bagimu
Tarik saja ia, aku tak keberatan
Biar saja kusimpan semua kenangan
Karenamu, aku punya kenangan indah tak terlupakan

Thought via Path

"Twenty years from now you will be more disappointed by the things you didn’t do than by the ones you did. So throw off the bowlines. Sail away from the safe harbor. Catch the trade winds in your sails. Explore. Dream. Discover.” - Mark Twain – Read on Path.

Consumer Behavior : Consumers’ Learning Process

Last Tuesday, I learned about something new at consumer behavior’s class. The lecturer was Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc. He told us about how learning process can through consumers. And what makes me interest is how to make consumers pay attention and appreciate the commercial. This is an application of Classical Conditioning Learning Process in Marketing. In classical conditioning, people can form a response after they receive a stimulus. There are three main concepts derivated from this kind of learning process.

1. REPITITION

This is a process to deliver message to consumers repeteadly. When we show our commercial repeteadly to consumers, they can pay more attention to our message so they can get what our commercial wants to deliver to them. When consumers see the commercial for the first time, they would be curious about what the commercial it is. The second time they see the same commercial, they’d know what the commercial it is. And the third time they see the same commercial, the’d know what the message that the commercial brings to them. So repitition is an important thing to do when you want to promote your product using a commercial.

2. STIMULUS GENERALIZATION

Stimulus generalization is a consumers’ competence to give same response to different stimulus. Competency of stimulus generalization usually applied in marketing for labelling and packaging.

3. STIMULUS DISCRIMINATION

This is an opposite from stimulus generalization. In stimulus discrimination, consumers are expected to take a different conclusion to some stimuli that are similiar to each other.

That’s what makes me interest to a session of Consumer Behavior’s class. If you want to know more about consumer behavior, you can go to Mr. Ujang’s blog or you can read Consumer Behavior book. You can buy it in bookstores or you can borrow mine.

Ujang Sumarwan. 2011. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran. Jakarta: PT Ghalia Indonesia.
Lecturers of Consumer Behavior Class Semester  Feb – May  2013
Prof Dr Ir Ujang Sumarwan, MSC (www.ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id)
Dr. Ir Lilik Noor Yuliati
Ir. Retnaningsih, MS
Megawati Simanjuntak, SP, MS
Department of Family and Consumer Sciences
College of Human Ecology
Bogor Agricultural University

(Source: )

Eh, Ada Puisi Nih Buat Kamu. Iya, Kamu

Aku membutuhkanmu.
Kau terasa tepat untukku. Pelukanmu serasi dengan hangat tubuhku. Dan setiap bagian dari diriku sudah terlalu terbiasa dengan kehadiranmu—dengan suaramu, dengan sentuhanmu, dengan aroma khas tubuhmu. Dengan debaran yang terdengar seperti ketukan bermelodi saat kau menatapku penuh perhatian seperti itu.

Aku membutuhkanmu.
Ya cinta, ya waktumu. Dan kau sudah melihat jujur dan juga munafikku. Bahkan, di saat aku begitu yakin kau akan meninggalkanku, kau hanya menertawakan kecurigaanku dan merangkul bahuku. Sungguh heran, setelah sekian tahun pun, kau masih bertahan di sini, bersamaku.

Aku membutuhkanmu—dan sudah pasti… aku mencintaimu. Ibarat embun yang selalu menyelimuti daun yang kedinginan di kala malam hingga pagi menjelang. Ibarat angin yang berhembus ketika mentari terang. Itulah definisi kamu bagi diriku.

-diambil dari Camar Biru dengan sedikit revisi-
-teruntuk Dhio Hafly Maulana, pria yang menemani hidupku selama lebih dari 3 tahun-

We make Tumblr themes