Now Playing Tracks

Eh, Ada Puisi Nih Buat Kamu. Iya, Kamu

Aku membutuhkanmu.
Kau terasa tepat untukku. Pelukanmu serasi dengan hangat tubuhku. Dan setiap bagian dari diriku sudah terlalu terbiasa dengan kehadiranmu—dengan suaramu, dengan sentuhanmu, dengan aroma khas tubuhmu. Dengan debaran yang terdengar seperti ketukan bermelodi saat kau menatapku penuh perhatian seperti itu.

Aku membutuhkanmu.
Ya cinta, ya waktumu. Dan kau sudah melihat jujur dan juga munafikku. Bahkan, di saat aku begitu yakin kau akan meninggalkanku, kau hanya menertawakan kecurigaanku dan merangkul bahuku. Sungguh heran, setelah sekian tahun pun, kau masih bertahan di sini, bersamaku.

Aku membutuhkanmu—dan sudah pasti… aku mencintaimu. Ibarat embun yang selalu menyelimuti daun yang kedinginan di kala malam hingga pagi menjelang. Ibarat angin yang berhembus ketika mentari terang. Itulah definisi kamu bagi diriku.

-diambil dari Camar Biru dengan sedikit revisi-
-teruntuk Dhio Hafly Maulana, pria yang menemani hidupku selama lebih dari 3 tahun-

To Tumblr, Love Pixel Union